Selasa, 27 Maret 2012

Bluetooth 4.0 !!


Bluetooth 4.0 adalah teknologi Bluetooth versi terbaru dengan keunggulan utama hemat energi yang resmi diadopsi oleh Bluetooth Special Interest Group (SIG) pada tahun 2010. Teknologi nirkabel baru ini dapat digunakan di berbagai perangkat dengan konsumsi energi yang rendah, berbeda dengan spesifikasi bluetooth sebelumnya. Penerapan perangkat Bluetooth 4.0 akan memungkinkan perbaikan yang antara lain berupa tingkat penggunaan energi minimum, rata-rata konsumsi daya modus idle (statis), dan kemampuan untuk menjalankan fungsinya selama bertahun-tahun pada standar baterai coin-cell. Perangkat hemat energi yang dimaksud antara lain berupa arloji, pedometer, perangkat pengukur, atau perangkat teknologi (gadget) lainnya yang memakai baterai berukuran koin. Selain itu, penggunaan bluetooth 4.0 ini memakan biaya yang relatif terjangkau, dapat dioperasikan multi-vendor, dan memiliki jangkauan yang lebih luas. Bluetooth 4.0 memiliki spesifikasi konsumsi hemat energi untuk dapat mentransfer data dalam jarak yang cukup dekat. Teknologi ini merupakan penyempurnaan kapabilitas Bluetooth 3.0, generasi Bluetooth pedahulunya, yang diluncurkan bulan April 2009. Saat ini, Bluetooth 4.0 dianggap sebagai teknologi yang paling cocok untuk digunakan sebagai media transfer jaringan komunikasi jarak dekat meskipun memiliki pesaing perusahaan teknologi nirkabel yang tidak kalah besarnya seperti WiBro, UWB (ultra wide band), dan WiFi.Sejarah

Di bulan Mei 1998, beberapa perusahaan promotor yang terdiri dari Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba berafiliasi dan membentuk sebuah kelompok dengan nama Special Interest Group (SIG) yang kemudian memulai pembuatan suatu spesifikasi yang diberi nama Bluetooth. Dokumen spesifikasi Bluetooth 1.0 sebagai generasi pertama mulai diluncurkan pada bulan Juli 1999. Kemudian, pada bulan Desember di tahun yang sama, dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi Bluetooth 2.0 dengan tambahan empat promotor baru, antara lain 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola. Bluetooth 3.0 kemudian muncul sebagai generasi baru komunikasi nirkabel yang membutuhkan daya rendah serta memiliki kecepatan 8 kali dari generasi sebelumnya. Spesifikasi baru Bluetooth 3.0 bisa menggunakan pilihan dengan tambahan antena, serta kecepatannya mencapai 24 Mbps dengan kecepatan rata-rata 22 Mbps.

Akhirnya pada awal tahun 2010, teknologi Bluetooth 4.0 hadir dalam rangka memenuhi tuntutan teknologi tanpa kabel yang menargetkan aplikasi dengan energi rendah, khususnya dalam industri kesehatan, kebugaran, keamanan pusat perbelanjaan, serta hiburan rumah tangga. Dengan kata lain, Teknologi Bluetooth 4.0 menjadi bentuk evolusi Bluetooth yang mengutamakan penggunaan teknologi tanpa kabel hemat energi.

Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang, antara lain di bidang manufaktur semikonduktor, perusahaan otomobil, dan maskapai penerbangan bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain adalah Compaq, Xircom, Phillips, Texas Instruments, Sony, BMW, Puma, NEC, Casio, Boeing, dan lain sebagainya. Sekarang, standar Bluetooth SIG memang dipegang oleh grup promotor. Akan tetapi, standar ini diharapkan akan menjadi sebuah Standar IEEE (802.15).
Quote:
Keunggulan

Sebagai generasi termuda dari teknologi Bluetooth, Bluetooth 4.0 memiliki beberapa keunggulan yang antara lain adalah:
a. Konsumsi daya yang lebih kecil sehingga hemat baterai atau listrik.
b. Waktu pemakaian yang lebih lama sampai tahunan dengan hanya menggunakan baterai kapasitas kecil (coin cell batteries).
c. Biaya produksi yang rendah.
d. Jarak lebih panjang. Mampu menjangkau lebih dari 100 meter.
e. Kecepatan transfer lebih baik dengan kemampuan sekitar 1 Mbps.
f. Sistem keamanan yang lebih terkontrol dibandingkan dengan sistem keamanan pada bluetooth generasi-generasi sebelumnya.

Teknologi Bluetooth 4.0 meningkatkan spesifikasi utama Bluetooth sehingga memungkinkan dua tipe implementasi, yaitu modus tunggal (single-mode) dan modus ganda (dual-mode). Pada implementasi modus ganda, fungsi bluetooth hemat energi ini terintegrasi dalam sistem kendali Bluetooth klasik yang ada saat ini, yakni Bluetooth V2.1 + EDR atau Bluetooth V3.0 + HS, sedangkan chips modus tunggal mengandalkan integrasi tingkat tinggi. Hal ini memungkinkan penanaman bluetooth pada perangkat kemas (compact) sehingga memungkinkan transfer data dari satu perangkat ke banyak perangkat (point-to-multipoint) dengan penghemat daya mutakhir dan keamanan transfer data yang terjamin meskipun biaya yang dikeluarkan minimum.
Detail Teknis

Transfer data

Teknologi Bluetooth 4.0 mendukung pengiriman paket data yang sangat pendek; minimal 8 oktet dan maksimal mencapai 27 oktet yang ditransmisikan pada kecepatan 1 Mbps.

Frequency Hopping

Teknologi Bluetooth 4.0 menggunakan modulasi lompatan frekuensi (frequency hopping) yang adaptif terhadap semua versi Bluetooth. Tujuan dari penggunaan frequency hopping adalah untuk meminimalisir terjadinya interferensi dengan semua teknologi yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz ISM Band. Efisiensi sistem banyak jalur (multi-path) akan memberikan keuntungan pada peningkatan anggaran pranala (link).

Host-Control

Teknologi Bluetooth 4.0 menempatkan sejumlah pengendali yang signifikan sehingga penyedia layanan (host) dapat memiliki waktu beristirahat (sleep-period) lebih lama dan bekerja hanya saat dibutuhkan saja. Hal ini akan memberikan penghematan yang cukup signifikan karena dapat diasumsikan bahwa host menggunakan konsumsi daya tinggi dibandingkan dengan pengontrol lalu-lintas transfer data (traffic controller).

Latency

Teknologi Bluetooth 4.0 memiliki kemampuan untuk mendukung pengadaan koneksi dan transfer data hingga 3 milisekon. Nilai tersebut merupakan waktu yang sangat singkat sehingga ketika dibutuhkan, Bluetooth 4.0 dapat dengan segera memutuskan kembali koneksi setelah proses transfer berlangsung.

Jangkauan

Peningkatan indeks modulasi pada Bluetooth 4.0 membuatnya mampu menyediakan jangkauan energi hingga 100 meter.

Robustness

Teknologi Bluetoth 4.0 yang hemat energi menggunakan 24 bit CRC pada setiap paketnya untuk memastikan teknologi ini aman terhadap kemungkinan interferensi.

Kekuatan Keamanan

Teknologi Bluetooth 4.0 menggunakan enkripsi Full AES-128 CCM yang merupakan enkripsi mutakhir dari paket data sehingga keamanan penggunaanya lebih terjamin dibandingkan dengan teknologi Bluetooth generasi sebelumnya.

Topologi

Teknologi Bluetooth 4.0 menggunakan alamat akses 32 bit di setiap paket data. Dengan demikian, milyaran perangkat bisa terkoneksi dengan Bluetooth 4.0. Teknologi ini menggunakan koneksi one-to-one dengan sangat optimal. Selain itu, teknologi hemat energi ini juga mendukung koneksi one-to-many dengan menggunakan Topologi Star. Saat menggunakan koneksi cepat atau pemutusan koneksi, data dapat digerakkan dalam sebuah topologi semacam penghubung.

Sumber : Kaskus


Minggu, 25 Maret 2012

Asal Usul Nama Pulau - Pulau di Indonesia


Sumatera:



Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: Sumatera


Jawa:


Asal-usul nama 'Jawa' tidak jelas. Salah satu kemungkinan adalah bahwa para musafir dari India menamakan pulau ini berdasarkan tanaman jáwa-wut, yang sering dijumpai . Ada kemungkinan lain sumber: kata Jau dan variasinya berarti "di luar" atau "jauh". Dan, dalam bahasa Sansekerta yava berarti barley atau Jelai atau Jawawut, tanaman yang terkenal pulau itu. Sumber lain menyatakan bahwa kata "Jawa" berasal dari Proto-Austronesia yang berarti 'rumah'.


Kalimantan:


• Pertama.
Borneo dari kata Kesultanan Brunei Darussalam yang sebelumnya merupakan kerajaan besar dan luas (mencakup Serawak dan sebagian Sabah karena sebagian Sabah ini milik kesultanan Sulu-Mindanao. Para pedagang Portugis menyebutnya Borneo dan digunakan oleh orang-orang Eropa. Di dalam Kakimpoi Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 Kerajaan Brunei kuno disebut "Barune", sehingga ada pula yang menyebutnya "Waruna Pura". Namun penduduk asli menyebutnya sebagai pulo Klemantan.
• Kedua.
Menurut Crowfurd dalam Descriptive Dictionary of the Indian Island (1856), kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer.
• Ketiga.
Menurut Dr. B. Ch. Chhabra dalam jurnal M.B.R.A.S vol XV part 3 hlm 79 menyebutkan kebiasaan bangsa India kuno menyebutkan nama tempat sesuai hasil bumi seperti jewawut dalam bahasa sanksekerta yawa sehingga pulau itu disebut yawadwipa yang dikenal sebagai pulau Jawa sehingga berdasarkan analogi itu pulau itu yang dengan nama Sansekerta Amra-dwipa atau pulau mangga.
• Keempat.
Menurut dari C.Hose dan Mac Dougall menyebutkan bahwa kata Kalimantan berasal dari 6 golongan suku-suku setempat yakni Dayak Laut (Iban), Kayan, Kenya, Klemantan, Munut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), C Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu.
• Kelima.
Menurut W.H Treacher dalam British Borneo dalam jurnal M.B.R.A.S (1889), mangga liar tidak dikenal di Kalimantan utara. Lagi pula Borneo tidak pernah dikenal sebagai pulau yang menghasilkan mangga malah mungkin sekali dari sebutan Sago Island (pulau Sagu) karena kata Lamantah adalah nama asli sagu mentah.
• Keenam.
Menurut Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya Sriwijaya (LKIS 2006), kata Kalimantan bukan kata melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung). Kalimantan atau Klemantan berasal dari Sanksekerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar (kal[a]: musim, waktu dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan tidak diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalmantan yang kemudian disebut penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan.


Sulawesi:


Orang Portugis adalah yang pertama merujuk ke Sulawesi sebagai 'Celebes'. Arti nama ini tidak jelas. Satu teori mengklaim kalau itu berarti "sulit untuk dicapai" karena pulau tersebut dikelilingi arus laut dan air dan sungai yang deras. Nama modern 'Sulawesi' mungkin berasal dari kata-kata sula ( 'pulau') dan besi ( 'besi') dan dapat merujuk kepada sejarah ekspor besi dari Danau Matano yang kaya akan deposit bijih besi.


Irian Jaya atau Papua:


Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea).

Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Irian sendiri merupakan kependekan dari Ikut Republik Indonesia, Anti Nederland (join/follow the Republic of Indonesia, rejecting the Netherlands)

Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.

Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.

Sumber : http://www.menjelma.com/2012/03/asal-usul-nama-pulau-pulau-besar-di.html

Sabtu, 24 Maret 2012

Hewan Yang Berumur Panjang


Taukah kamu bahwa ada seekor kura-kura yang hidup sampai hari ini yang diperkirakan lahir 25 sampai 50 tahun ketika Charles Darwin dilahirkan. Ada juga ikan paus yang berenang di lautan dengan 200 tahun tombak poin gading tertanam dalam daging mereka. Bahkan, ada beberapa makhluk yang rentang kehidupan yang membuat hidup manusia tertua di dunia saat tampak seperti ayam dibandingkan musim semi. Inilah dia binatang-binatang panjang umur itu.

1. Geoducks

Yang pertama masuk daftar hewan dengan umur tertua kita kali ini adalah kerang laut besar yang berasal dari Puget Sound dan telah hidup selama setidaknya 160 tahun. ciri-ciri mahluk ini antara mempunyai leher yang panjang atau disebut dengan sifon, dan panjangnya dapat mencapai lebih dari satu meter .

2. Tuataras
Kata "dinosaurus" umumnya digunakan orang untuk menggambarkan binatang tua, tetapi ketika mengacu pada Tuatara, istilah ini benar adanya seperti itu adalah metafora. Spesies Tuataras merupakan salah satu selain komodo dragon yang hidup dari sekitar 200 juta tahun yang lalu dimana dinosaurus hidup. Mereka juga berada di antara vertebrata yang paling lama tinggal di Bumi, dengan beberapa diantaranya telah selama bertahun-tahun di antara manusia 100 dan 200 tahun lamanya.

3. Lamellibrachia Tube Worms
Mahluk laut warna-warni ini bernama tubeworms (L. luymesi) habitantnya di sepanjang ventilasi dari hidrokarbon di dasar laut. Mahluk ini diperkirakan mampu hidup sampai 170 tahun, tetapi beberapa ilmuwan yakin mungkin ada beberapa yang bertahan selama lebih dari 250 tahun.

4. Red Sea Urchins

Bisa disebut juga Landak laut merah atau bahas latinya "Strongylocentrotus franciscanus" dan hanya ditemukan di Pasifik, terutama di sepanjang pantai barat Amerika Utara. habitatnya di air dangkal, kadang berbatu, dari garis pantai hingga 25 meter dari bibir pantai, Binatang ini merangkak di sepanjang dasar laut menggunakan duri mereka sebagai kaki. Beberapa spesimen dapat hidup lebih dari 200 tahun.

5. Koi
Koi adalah sebagai kita tahu merupakan ikan hias, atau ikan mas peliharaan. Mereka umumnya terdapat di kolam batu buatan dan kolam hias. Anehnya, beberapa varietas ini mampu hidup lebih dari 200 tahun. dan yang paling terkenal adalah ikan koi bernama "Hanako" dari jepang, akan tetapi sayangnya ikan ini mati pada usia 226 pada tanggal 7 Juli 1977. pun begitu "hanako" adalah salah satu ikan koi yang tidak biasa karena memiliki umur yang sangat panjang.

6. Tortoises

Kura-kura dianggap sebagai hewan vertebrata dengan jangka hidup rata-rata terpanjang di bumi. Salah satu diantaranya yang tertua adalah Harriet, seekor kura-kura dari kepulauan Galapagos, yang mati karena gagal jantung pada usia 175 tahun pada bulan Juni 2006 di kebun binatang milik Steve Irwin. Harriet dianggap sebagai salah satu dari yg terakhir dari epik perjalanan hidup Darwin di HMS Beagle. dan seekor kura-kura raksasa Aldabra bernama Adwaita juga terakhir mati pada usia 250 pada Maret 2006.

7. Ocean Quahog

Ocean quahog (Arctica islandica) adalah spesies kerang yang dimanfaatkan secara komersial. Para peneliti biasanya dapat memprediksi umur kerang ini yang dilihat dari warna gelap yang terdapat pada cangkang kerang ini, seperti sebuah pohon memiliki cincin. Beberapa spesimen yang dikumpulkan diperkirakan telah berumur lebih dari 400 tahun dan dalam keadaan masih hidup.

Sumber : Kaskus